Lihat konteks sebelum meminta update.
People, work, progress.
Semua orang tahu apa yang perlu dilakukan dan siapa yang memutuskan.
HRIS untuk tim yang sedang bergerak
Altora Teams menyatukan data karyawan, workflow, dan performa agar operasi tumbuh tanpa kehilangan kendali.
Satu ritme untuk seluruh tim
Dari data dasar sampai keputusan harian.
Lihat konteks sebelum meminta update.
People, work, progress.
Semua orang tahu apa yang perlu dilakukan dan siapa yang memutuskan.
Workflow yang rapi membuat keputusan bisa ditelusuri.
Employee record
Clear handoffs
Biasanya ia muncul sebagai pekerjaan berulang, informasi yang terlambat, dan keputusan yang harus dicari kembali.
Profil, dokumen, dan status kerja berpindah antara spreadsheet, chat, dan folder pribadi.
Cuti, onboarding, dan update KPI tersangkut karena tidak ada alur yang jelas untuk setiap penanggung jawab.
Saat tim bertambah, pimpinan kehilangan konteks tentang kapasitas, pekerjaan, dan isu yang perlu ditangani.
Sistem yang terlalu besar membuat implementasi berhenti sebelum tim mendapatkan manfaatnya.
Implementasi yang realistis
Kami mulai dari alur yang paling sering membuat tim berhenti, lalu membangun kebiasaan kerja yang bisa dipakai setiap hari.
Pemetaan organisasi
Tetapkan data inti, peran, dan approval owner.
Konfigurasikan workflow sesuai cara kerja tim, bukan sebaliknya.
Go live bertahap
Uji alur, kumpulkan masukan, lalu perluas ke modul berikutnya.
Contoh implementasi
Skenario untuk perusahaan jasa dengan beberapa fungsi kerja dan proses approval yang sebelumnya berjalan lewat spreadsheet serta chat.
Kondisi awal
Yang ditata lebih dulu
Directory karyawan, manager hierarchy, dan checklist onboarding.
Yang menyusul
Cuti, attendance, lalu KPI dan review berkala.
Cara Altora Teams membantu
Satu profil untuk setiap employee record dan dokumen penting.
Setiap workflow menunjukkan owner, status, dan jejak keputusan.
Manager melihat konteks tim tanpa mengejar update manual.
Perbedaannya bukan sekadar lebih digital. Tim mendapat konteks yang sama saat harus mengambil keputusan.
Sebelum Altora Teams
Informasi dikumpulkan ulang setiap kali ada pertanyaan.
Approval bergantung pada chat dan ingatan orang yang terlibat.
Onboarding berbeda antara satu manager dan manager lain.
KPI dicatat, tetapi sulit dihubungkan ke pembicaraan tim.
Dengan Altora Teams
Data dan dokumen karyawan tersedia dalam konteks yang sama.
Setiap approval memiliki owner, status, dan jejak yang jelas.
Checklist membantu pengalaman onboarding tetap konsisten.
Performa dibahas dari data kerja, bukan dari ingatan terakhir.
Altora Teams dapat tumbuh dari fondasi people operations ke workflow dan performance management.
Profil, status kerja, struktur tim, dan dokumen karyawan dalam satu tempat.
Pengajuan, approval, catatan kehadiran, dan kalender operasional yang mudah ditelusuri.
KPI, check-in, dan review yang menghubungkan pekerjaan harian dengan tujuan tim.
Alur onboarding, pengingat, dan tugas lintas tim yang bisa dikonfigurasi sesuai cara kerja Anda.
Altora Teams
Mulai dengan percakapan tentang workflow yang paling sering membuat pekerjaan berhenti.
Hubungi Altora Teams